Kematian
Oleh: T. W. Adji
Anas bin Malik RA berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutuskan kelezatan, yaitu kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya, dan tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang, melainkan dia akan menyempitkannya.” (HR. Ibnu Hibban). Cukuplah kematian itu sebagai nasehat.
Ruh Manusia hidup abadi dengan melalui perjalanan berbagai alam. Kalau begitu apa bedanya dengan Allah yang juga abadi? Kalau Allah abadi dengan tiada awalnya, sedangkan manusia itu abadi dengan ada awalnya. Saat ini kita hidup di alam Dunia yang bersifat sementara, fana, fatamorgana, maya dan memperdaya lalu kemudian kita semua mati, berpisahnya ruh dari jasad, lalu kita masuk ke alam yang sepenuhnya asing: alam kubur / alam barzah, untuk lama waktu yang tiada kita ketahui mungkin ratusan atau bahkan ribuan tahun, yang jauh lebih lama dari lamanya kita hidup di Dunia;
· Sebelum kematian, dunia ini nyata, akherat itu hanya cerita.
· Setelah kematian, dunia ini hanya cerita, akherat itu nyata.
Mengapa saya menyapa Anda dengan diksi: “Saudara Ahli Sorgaku”? Karena semua Muslim pasti menjadi Ahli Sorga, siapapun yang pernah ber-Syahadatain pasti masuk Sorga, walau mungkin sebagiannya “mampir” terlebih dahulu di Neraka. Neraka diadakan sebagai proses penyucian dosa-dosa kita. Kita harus kembali suci kalau mau kembali kepada Allah Yang Maha Suci.
· “Barang siapa yang meninggal dan dia bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, maka dia masuk Sorga.“ (HR. Imam Ahmad)
· Dari Anas RA, Nabi SAW bersabda: “Akan keluar dari Neraka orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah,’ walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karenanya, kematian adalah hadiah terindah bagi kita. Mengapa? Karena kita keluar dari penjara Dunia dan masuk ke Sorga yang penuh kenikmatan tak terbayangkan serta akan bertemu dengan yang paling kita cintai dan rindukan: Allah dan Rasul-Nya.
· Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan Sorga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)
· "Kematian adalah hadiah yang sangat berharga bagi orang yang beriman." (HR. Ibnu Abu Dun-ya dan Ath-Thabrani).
Dasar dalil Al Qur'an & Al Hadits yang mewajibkan kita mewaspadai kematian lalu mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya;
· "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke Sorga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS 3/185)
· Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS 29/57)
o Refleksinya: Dimasa depan tiada yang paling pasti kecuali kematian, sudah siapkah kita?
· "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS 59/18)
o Refleksinya: Sudahkah kita memperhatikan dengan teliti apa yang telah kita perbuat untuk hari esok (kehidupan setelah mati)?
· "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS 3/102)
· "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah Syetan”. (QS 2/208)
o Refleksinya: Sudahkah selalu berkeadaan sebagai Muslim, hingga saat ajal kematian kita tiba?
o Refleksinya: Sudahkah Islam kita kaaffah (menyeluruh / totalitas) dari lahir hingga kematian kita?
o Refleksinya: Sudahkah kita mempersiapkan kematian dengan makam & pemakaman yang benar-benar Kaaffah Islamnya?
· “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akherat.” (HR. Ibnu Majah)
· Sahabat bertanya kepada Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam: Siapakah orang yang paling cerdas? Mereka adalah orang yang paling banyak mengingat kematian, kemudian mereka yang paling baik mempersiapkan kematian tersebut. Itulah orang yang paling cerdas. (HR Ibnu Majah No 4259)
o Refleksinya: Seberapa sering kita mengingat kematian?
o Refleksinya: Sudah siapkah kita menghadapi kematian dengan sebaik-baiknya?
Kalau kita siap menghadapi kematian, maka jiwa kita akan tenang.
· QS. Al-Fajr (89): 27-30: "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke Sorga-Ku."
Inilah kematian sebagai momen kepulangan yang indah bagi jiwa yang tenang. Tulisan setema ini lebih lengkap ada di website saya: www.pemakamanislami.pro.
Kepada Yang Kami Hormati
Bapak / Ibu, Saudara Ahli Sorgaku
Di Kediaman
Dari
T. W. Adji
Marketing & Sales AMG (Al Azhar Memorial Garden)
Perihal: penawaran “Rumah Masa Depan”, berupa kavling pemakaman Islami.
Assalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh.
Salam ta’zim kami sampaikan disertai iringan doa semoga kita semua senantiasa berada dalam limpahan rahmat dan berkat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, aamiin.
Telah menjadi masalah besar di kota-kota Jabodetabek, Bandung dan kota-kota besar lainnya tentang pemakaman yang sudah mencapai tahap “darurat pemakaman”, hampir semua TPU (Taman Pemakaman Umum) di Jakarta sudah penuh seperti di Tanah Kusir, Pondok Rangon, Jeruk Purut dan lain-lainnya, karenanya makam sampai ditumpuk hingga 5 jenazah dalam 1 lubang, adab dan aturan Islam banyak yang dilanggar. Di sisi lain lahan pemakaman semakin menyempit, sebagian berubah fungsi menjadi jalan, mall, apartemen dll, sedangkan kematian tidak bisa dihentikan: ratusan ribu orang wafat setiap tahunnya di Jakarta, dan pada gilirannya ± 11 juta jiwa penduduk kota Jakarta, ± 42 juta jiwa penduduk kota-kota Jabodetabek dan ± 2,6 jiwa juta penduduk kota Bandung sekarang pun nantinya semua pasti wafat. Akan dimakamkan di mana mereka semua? Hal ini membutuhkan para pihak yang terpanggil hatinya untuk memberi solusinya. AMG (Al Azhar Memorial Garden) bersemangat menyambut lahan pahala ini dengan memberi solusi suatu revolusi pemakaman Islami yang ideal bagi umat Islam.
AMG (Al Azhar Memorial Garden) melakukan revolusi pemakaman Islami:
1) Makam, pemakaman & prosesi yang tidak sesuai syariah Islam à menjadi makam, pemakaman & prosesi yang 100% sesuai syariah Islam dari hulu ke hilir.
2) Makam bercampur muslim & non muslim à menjadi 100% khusus Muslim saja.
3) Makam tidak akurat mengarah pada kiblat à menjadi arah menuju kiblat nya akurat yang tervalidasi, terperifikasi & tersertifikasi.
4) Adab terlarang dalam permakaman; melangkahi, menginjak atau menduduki makam à bebas dari potensi pelanggaran itu semua, karena di setiap makam ada walkway yang cukup lebar untuk orang berjalan dan menggunakan kursi roda.
5) Sikap isrof (berlebihan) & tabzir (boros) dalam membangun makam: kijing atau bangunan yang mengelilingi / menutupi makam, makam di keramik dan di beton, kadang dihiasi patung atau pajangan tertentu, kadang lebih parahnya dibangun rumah di atasnya à menjadi makam yang cukup sederhana: hanya gundukan tanah yang ditumbuhi rumput dan batu nisan sebagai penanda.
6) Penggalian tanah makam yang dangkal à menjadi minimal kedalaman 1,5 m.
7) Makam yang tidak terurus, tidak tertata, seram & kumuh à menjadi makam yang senantiasa terurus, tertata, rapi, indah, bersih, aman & nyaman. "Sesungguhnya Allah itu (Maha) Indah dan mencintai keindahan" (HR. Muslim).
8) 1 makam ditumpuk beberapa jenazah à satu makam satu jenazah.
9) Pelayanan makam yang minim dan waktu yang terbatas à pelayanan optimal 24 jam setiap hari 7 hari seminggu dan full fasilitas.
10) Agar makam nya tetap eksis wajib lapor setiap 3 tahun & biaya terus menerus. Jika tidak lapor maka petak makam tersebut dianggap terlantar dan dapat digunakan untuk makam tumpang bagi jenazah lain. à Tiada kewajiban lapor per 3 tahun & cukup 1 kali pembayaran di awal untuk selamanya & semuanya.
11) Makam bisa hilang karena ditumpuk atau digusur karena beralih fungsi lahan à makam terjaga secara fisik & terjaga pula secara hukum karena memiliki legalitas sertifikat resmi.
12) Makam yang krisis do’a, karena kurang ramah terhadap penziarah à makam yang cukup do’a, karena ramah terhadap penziarah.
13) Makam menjadi beban biaya terus menerus à makam tidak lagi jadi beban biaya sama sekali bahkan menjadi investasi yang sangat menguntungkan.
Setelah membaca tulisan saya yang berjudul: “Kematian”, hendaknya setiap Muslim menyambut dan mempersiapkannya, mewujudkan kemuliaan dunia dan kehormatan akherat. Bagi siapapun yang masih hidup di alam Dunia, di masa depan tidak ada yang pasti, kecuali kematian. Tidak ada yang tahu saat datangnya ajal, bahkan seringkali datang tiba-tiba tanpa tanda-tanda dan kebanyakan kita lalai mempersiapkannya. Karenanya, selagi kita sehat, ingat dan sempat: “Mari kita persiapkan sebelum kedukaan itu tiba bersama Al Azhar Memorial Garden, Pemakaman Muslim No. 1 di Indonesia”, kita akan mendapatkan pemakaman yang terbaik, makam yang terbaik, prosesi pemakaman yang terbaik, pengamanan dan perawatan makam yang terbaik bahkan selama-lamanya.
Kami dari Al Azhar Memorial Garden bermaksud menawarkan kavling tanah pemakaman Islami yang sangat ideal, unik dan menarik baik yang sudah siap pakai (di tanah seluas 25 Hektar dengan 29 ribu makam) maupun yang bisa dipesan (di tanah seluas 5 Hektar ++) dengan keadaan:
1. Pemakaman 100% untuk Muslim (tidak bercampur dengan Non Muslim).
2. Sesuai syariah Islam. Pemakaman dari hulu ke hilir, makam dan seluruh prosesinya taat mengikuti aturan Syariat Islam.
3. Atas setiap makam, bersertifikat resmi & arah kiblat yang akurat & terverifikasi.
4. Sebagai investasi yang sangat nikmat, bermanfaat dan berprofit tinggi.
a. Nikmat. Saat ajal belum tiba, kita merasakan nikmat dengan hati yang lebih tenang dan damai karena kavling makam terbaik kita sudah siap. Kesiapan makam kita akan membuat hati kita bebas cemas dari pemakaman yang kurang Islami, segalanya sudah dipersiapkan dengan yang terbaik.
b. Bermanfaat. Saat ajal telah tiba, kavling makam bisa kita manfaatkan sebagaimana peruntukkannya.
c. Berprofit tinggi. Saat ajal belum tiba namun kita ada kebutuhan dana mendesak, maka lahan kavling itu bisa kita alihkan kepemilikannya ke pihak lain dengan biaya balik nama hanya Rp 500 ribu. Harga kavling kita pasti naik berlipat-lipat, bisa profit lebih dari rata-rata 22% per tahun, ini setara dengan 7 kali (700%) lebih tinggi dari bunga deposito bank BCA (3% per tahun). Silakan dihitung, tahun 2011 harga kavling tipe Single itu Rp 16 juta, lalu di tahun 2025 sudah menjadi Rp 66,420 juta. Apakah tidak lebih baik memindahkan sebagian uang deposito bank Anda dari 3% menjadi 22% per tahun?
5. Jika mengakuisisinya di awal waktu:
a. Penghematan biaya dengan harga yang lebih murah, mengingat harga tanah semakin lama semakin mahal seiring waktu dan seiring naiknya kualitas nilai nama baik AMG (Al Azhar Memorial Garden) yang mulai dipenuhi oleh nama-nama orang kelas atas dari kalangan ulama, pejabat tinggi, artis, dan dari berbagai kalangan lainnya.
b. Kita mendapat kebebasan untuk memilih tempat, jenis kavling (single, double atau family) yang sesuai dengan anggaran & preferensi kita.
6. Saat kita wafat, keluarga kita tidak akan direpotkan dan tidak akan dipermalukan. Keharmonisan keluarga akan terjaga, dengan mudah mereka bisa berziarah dalam keadaan yang nyaman kapan saja sehingga sambung rasa, kenangan indah, pesan dan kesan bersama kita saat hidup tetap terjaga.
7. Kesiapan makam kita akan memberikan “kedamaian abadi”: prosesi pemakaman terbaik (jenazah diperlakukan dengan penuh hormat dan khidmat), makam yang terbaik, aman dan terpelihara selamanya. Tidak ada wajib lapor untuk perpanjangan dan perihal biaya pun pembayarannya cukup sekali di awal tapi bebas biaya seluruhnya dan selamanya (bebas biaya pemeliharaan rumput selamanya, bebas biaya perpanjangan dan bebas biaya iuran apapun).
8. Mendapat yang paling dibutuhkan dan diharapkan: do’a dari yang hidup. Dalam kondisi pemakaman yang Islami dan ideal, keluarga yang ditinggalkan terjaga keharmonisan dan kenyamanannya, hanya fokus mengenang dan mendoakan. Bagi yang sudah wafat seuntai do’a itu jauh lebih berharga daripada Dunia seisinya. 1 kalimah Tahlil (kalimat “Laa Ilaaha Illallah”) yang pahalanya dihadiahkan pada yang wafat itu jauh lebih berharga dari Dunia seisinya. Setiap penziarah yang datang ke AMG akan diberikan tenda khusus dan tempat duduk secara gratis sehingga di tengah suasana yang tertata rapi, asri, aman, nyaman, bersih, indah & menyenangkan serta dengan semilirnya angin dalam keteduhan, do’a bisa lebih khusyu’ & lebih lama sebagai sesuatu yang paling diharapkan dan dibutuhkan bagi yang telah wafat. Para peziarah betah berdoa berlama-lama di pemakaman karena situasinya kondusif. Kalau di makam TPU (Taman Pemakaman Umum) penziarah hanya tahan berdoa paling lama setengah jam karena berdo’anya sambil jongkok atau berdiri yang membuat kakinya pegal atau kesemutan, bahkan mungkin juga para peziarah itu berdoa di atas makam orang lain, nah kalau di AMG, penziarah bisa berdo’a lebih dari 2 jam tanpa terasa. Makam menjadi tempat yang cocok & kondusif untuk sambung rasa, melepas rindu, kembali mengingat kenangan, pesan & kesan mendiang saat hidup. Disinilah poin utama yang paling dibutuhkan yang sudah wafat: do’a yang khusyu & panjang dari yang masih hidup.
9. Pelayanan optimal 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama-lamanya, untuk prosesi jenazah, pemakaman dan ziarah serta lainnya dengan fasilitas penuh.
10. Tempat pemakaman yang eksklusif, mudah, dekat & berfasilitas lengkap:
a. Makam berupa taman yang tertata rapi, asri, bersih, indah, aman, nyaman & menyenangkan yang jauh dari kesan seram dan kumuh.
b. Anak-anak atau siapapun akan senang untuk berziarah.
c. Menjadi tempat yang menenangkan untuk mengenang orang-orang tercinta.
d. Lokasi pemakaman memiliki akses cepat, mudah dan strategis.
e. Lokasi makam yang jelas, tertata & memiliki nama dan nomor masing-masing sehingga dapat ditemukan dengan mudah.
f. Di dalam lokasi pemakaman, atas setiap makam posisinya relatif sangat dekat dengan akses jalan kendaraan.
g. Jalan utama kendaraan di area pemakaman lebar & luas tempat parkirnya.
h. Ada walkway di setiap makam sehingga makam aman dari terduduki, terinjak atau terlangkahi serta sebagai jalan yang aman bagi pejalan kaki dan bagi pengguna kursi roda.
i. Security & CCTV melakukan pengamanan ketat selama 24 jam setiap hari.
j. Makam selalu terawat dengan perawatan yang dilakukan secara rutin & berkala agar selalu tertata, rapi, bersih, indah, aman dan nyaman.
11. Dikelola oleh nama besar: YPI Al Azhar yang selalu memberikan pelayanan terbaik, amanah, profesional dan berstandar internasional ISO 9001.
12. Fasilitas 24 jam, lengkap “all in”: banyak tersebar fasilitas toilet, musholla, hall, Lounge (ruangan serba guna), customer service, jaminan keamanan dan kenyamanan serta fasilitas penunjang lainnya hingga ke pernik-pernik terkecil.
Untuk lebih memahami uraian di atas, ada baiknya dilakukan on site survey untuk check location, agar bisa merasakan sendiri situasinya dan menangkap suasananya.
Apa akibatnya kalau kita tidak mempersiapkannya? Kita sangat mungkin tidak mendapatkan makam yang terbaik, tidak dilayani secara optimal baik secara jangka pendek dalam prosesi pemakamannya hingga jangka panjangnya dalam perawatannya sehingga makam kita kumuh tidak terawat, ditumpuk oleh makam baru atau bahkan makamnya hilang. Mengandalkan keluarga sebagai ahli waris seringkali berbuah kecewa, mereka seringkali tidak memberikan yang terbaik untuk kita sebagai yang sudah wafat, dengan beberapa alasan:
1. Kepraktisan dan penghematan serta keterbatasan dan kesibukan masing-masing adalah pembatas utamanya sehingga mereka lalai dengan kita.
2. Konflik internal keluarga. Bisa jadi keluarga inti yang kita tinggalkan mungkin baik tapi mungkin tidak dengan pasangannya.
3. Fitrah manusia sebagai makhluk yang memiliki sifat negatif: “dzaluman jahula, dzaluman kafuro, dhoifa, khotto wa nisyan”.
4. Waktu yang sempit atau mepet dikarenakan datangnya kedukaan yang mendadak, membuat usaha mendapatkan makam menjadi hal yang sulit dan merepotkan, sehingga justru mendapatkan opsi makam yang berpotensi masalah di kemudian hari; saat kita melayat atau berziarah kita terpaksa melanggar aturan agama: makam orang lain kita injak, kita langkahi atau kita duduki, terjebak biaya terus menerus dan semakin mahal, berada di daerah kumuh dan seram, letaknya yang relatif jauh, mencarinya pun sulit, keadaannya jauh dari kata bersih, indah, aman dan nyaman, bahkan menjadi langganan banjir, terkena wajib lapor setiap 3 tahun, jika tidak lapor dan atau tidak bayar biaya perpanjangan maka makamnya akan ditumpangi oleh makam orang lain bahkan kini satu lubang makam bisa sampai 5 tumpukan jenazah, dst.
5. Ada hal yang paling tragis yang pasti terjadi yaitu makam kita pasti hilang kalau dimakamkan di TPU. Karena bisa jadi anak hingga cucu masih mengenali kita dan masih mau lapor per 3 tahun dan mau bayar biaya perpanjangan, namun apakah cicit mau? Mereka sudah tidak kenal kita, lalu apa kita masih berharap kepeduliannya? Sehingga karena generasi cicit tidak lagi mau melakukan wajib lapor per 3 tahun dan tidak juga membayar biaya perpanjangan maka makam kita pasti hilang menjadi makam orang lain yang terus menerus ditumpuk. Selain itu ada kemungkinan juga berubah fungsi lahan pemakaman menjadi fungsi lain (mall, apartemen, jalan, kantor, dlsj) sehingga terjadi penggusuran makam.
Demikian penawaran dari kami, berharap mendapat sambutan positif untuk bisa saling mengisi dan menyempurnakan kehidupan dengan mentaati Allah dan Rasul Nya secara totalitas (kaaffah), dari lahir hingga ujung kematian kita: makam yang Islami. Kami berharap pula dapat mendiskusikan peluang ini lebih lanjut melalui pertemuan singkat atau panggilan telepon atau bahkan bertemu untuk survey at site di AMG (Al Azhar Memorial Garden) di Karawang Timur (Klari). Berikut informasi lebih lanjut untuk bisa dipelajari adalah website: www.pemakamanislami.pro dan brosur / flyer terlampir.
Billahi Taufiq wal Hidayah.
Wassalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh.
Hormat kami,
Ttd
T. W. Adji
Marketing & Sales AMG (Al Azhar Memorial Garden); ID: AZHR-08392
No HP (WA): 0815 53 8181 09
BEKAL ANDALAN UNTUK KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN
Oleh: T. W. Adji
Betapa rapuhnya Dunia. Dunia yang kita perjuangkan habis-habisan dan telah membersamai kita selama ini bisa tiba-tiba lenyap & musnah hanya karena 1 kegagalan, yaitu 1 kegagalan dalam menarik nafas kembali setelah menghembuskannya. Itulah kematian. Saat itu terjadi kita tiba-tiba berpindah alam; dari Alam Dunia menuju Alam Barzah / Alam Kubur, alam yang sama sekali tidak kita kenal, sama sekali asing dan tidak ada satupun bahkan sekecil apapun yang bisa kita bawa dari Alam Dunia ini, semua kita tinggalkan dan telah berpisah. Saat itu kita butuh syafaat (penolong). Salah satu syafaat yang sangat bisa diandalkan adalah satu surah dari Al-Qur'an yang namanya Al Mulk (Surat ke-67) yang akan mensyafaati (mendampingi, menjaga, menolong & menyelamatkan) kita sejak dari saat sakaratul maut, masuk ke alam Barzah, bangkit di Yaumil Baats, menghadapi beratnya hari pertanggung jawaban Yaumil Hisab, lalu ditimbang dengan neraca keadilan di Yaumil Mizan, melewati Neraka hingga sampai ke pintu Sorga, lalu mandi di Telaga Al Kautsar, surah Al Mulk akan terus mensyafaati kita.
Sedemikian dahsyatnya syafaat Al Mulk ini membuat jasad sang mayit beserta kain kafan nya utuh tak tersentuh oleh kerusakan walaupun sudah berusia tahunan bahkan lebih lama lagi. Hal ini telah banyak dibuktikan secara empirik (berdasarkan data & fakta dari bukti nyata); tidak masuk akal tapi itulah yang terjadi. Saya sebagai penulis telah menyaksikan kebenarannya secara nyata; kakak istri saya yang sudah kl 3 tahun wafat secara tidak sengaja makamnya tergali, namun semua jasad & kain kafannya masih utuh, bahkan seolah baru keluar dari toko. Beliau adalah ahli Surah Al Mulk saat hidupnya. Namun dari sisi logika yang bersifat ilahiah hal itu tetap masuk akal. Begini nalarnya; jangankan hanya binatang renik di dalam tanah yang tidak bisa menyentuh sang mayit, Malaikat Allah saja, Malaikat Munkar dan Nakir, tidak bisa menyentuh sang mayit karena kalah kelas, jauh lebih tinggi Kalamullah (Surah Al Mulk) daripada Malaikat Allah. Sehingga saat datang Malaikat Munkar dan Nakir akan mengintrogasi sang mayit, mereka berdua bisa diusir oleh Kalamullah (Surah Al Mulk), karena sang mayit berada dalam jaminan syafaat Surah Al Mulk.
Silakan dicari sendiri keutamaan dan keluarbiasaan surat Al Mulk dan dalil-dalil nya yang shoheh di Google, sudah banyak yang membahasnya dari Ulama-ulama ternama, sehingga kita termotivasi untuk menghafal dan membacanya setiap hari dalam sholat Witir / Lail / Tahajud.
Beberapa tips menghafal surat Al Mulk:
1) Mengapa membacanya di dalam sholat Witir / Lail / Tahajud? Selain memang diperintahkan oleh Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam, pahala membaca Al-Qur'an di dalam sholat itu sangat jauh berbeda di bandingkan dengan membacanya di luar sholat. Ada yang risih dengan berharap Pahala, karena menganggap Pahala itu sebagai pembatal ikhlas. Sebenarnya tidak demikian, pahala = ukuran besarnya keridhoan Allah. Kejarlah keridhoan Allah sebesar-besarnya dengan mengejar Pahala.
v Per huruf ayat Al Qur’an itu kalau dibaca tanpa wudhu dapat 1 pahala yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan per hurufnya.
v Per huruf ayat Al Qur’an itu kalau dibaca dengan berwudhu maka dapat 10 pahala yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan per hurufnya hingga menjadi 100 kebaikan.
v Per huruf ayat Al Qur’an itu kalau dibaca dalam sholat setelah Al Fatihah maka dapat 100 pahala yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan per hurufnya hingga menjadi 1000 kebaikan.
2) Agar bisa membaca surah Al Mulk di dalam sholat, kita harus menghafalnya terlebih dahulu. Al Mulk hanya terdiri dari 30 ayat yang cukup pendek. Cukup hafalkan 1 hari: 1 ayat, lalu dikumpulkan di sholat Witir / Lail / Tahajud kita per ayat nya setiap hari sehingga: hari ke-1: 1 ayat, hari ke-2: 1 + 1 = 2 ayat, hari ke-3: 2 + 1 = 3 ayat, hari ke-4: 3 + 1 = 4 ayat dst nanti di hari ke-30 kita sudah hafal utuh satu surah. Sekalian sambil menghafal ayat, pahami arti dari setiap ayatnya maka akan memperkuat hafalan Al Qur’an nya.
3) Setiap orang punya “NR” masing-masing, maka temukanlah dan gunakanlah. NR = Number of Repetition = jumlah pengulangan minimal agar seseorang bisa hafal. Misal: Imam Syafei; NR = 1, Ust Adi Hidayat; NR = 2, saya; NR = 7, anda; NR = berapa? Setelah tahu NR nya, maka gunakan. 1 ayat terus diulang sejumlah NR nya, maka pasti hafal. Kalau belum hafal maka sesungguhnya kita belum mencapai angka NR nya. Ingat, jangan membandingkan, karena setiap orang punya NR nya masing-masing. NR yang rendah tidak lebih bagus dari NR yang tinggi. Mengapa? Karena dalam Al Qur'an ini semakin diulang semakin besar pahalanya.
4) Kalau bisa dalam misi menghafal surat Al Mulk ini kita punya partner; minimal 1 orang, bisa suami – istri, orang tua – anak atau teman – teman atau siapapun, gunanya untuk saling menyemangati dan saling setor ayat yang sudah dihafal.
Dunia hanya sementara sedangkan akherat selamanya. Kenikmatan Dunia ini hanya setetes air dari lautan luas tanpa batas kenikmatan Akherat. Alangkah indahnya, setelah kita mempersiapkan makam Islami terbaik kita di AMG (Al Azhar Memorial Garden Memorial Garden),kita pun bersemangat berjuang menghafal dan membaca Surah Al Mulk setiap hari di dalam sholat Witir / Lail / Tahajud agar bisa menjadi bekal andalan kita untuk persiapan hidup setelah mati, demi keselamatan dan kemuliaan akherat kita.
Keutamaan Surat Al-Mulk
(Nama Surat: Al Mulk (Kerajaan), sebagai surat Al Makiyah, merupakan surat ke: 67, dengan jumlah ayat: 30)
“Karena hanya 30 ayat, jika 1 hari 1 ayat berhasil dihafalkan, maka dalam 1 bulan (30 hari) surat Al Mulk tersebut akan berhasil kita hafalkan.”
A. Cara mengamalkan Surah Al Mulk:
1. Dibaca dan dihafalkan
Rasulullah Muhammad Sholallahu 'Alaihi was Salam bersabda:
· “Saya gemari supaya surat ini (Tabarakal-lazi bi yadihil-mulk) terdapat di setiap hati orang mukmin.” (HR. Al Hakim)
· Dari Ibnu Abbas RA: “Sungguh aku sangat menginginkan bila surat ini dihafal di dalam qolbu setiap umatku. Yakni surat Al-Mulk ini.”
· "Aku ingin (Surat) Tabaarokalladzii biyadihil mulku (Al Mulk) ini ada di dalam qolbu setiap Mukmin." (HR. Ats-Tsa'labi secara marfu)
· “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim no. 804, Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu)
· “Kelak di hari kiamat Al-Qur’an akan datang, seraya memohon kepada Tuhannya: ‘Wahai Tuhan, pakaikanlah kepadanya (pembaca Al-Qur’an)!’ Kemudian ia dipakaikan mahkota kemuliaan. Kemudian ia memohon kembali, ‘Wahai Tuhan, tambahkanlah!’ Kemudian dipakaikan pakaian kemuliaan. Kemudian ia memohon lagi, ‘ Wahai Tuhan, ridhailah dia!’ Kemudian Allah pun meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, baca lah (Al-Quran) dan terus lah naik lah (ke surga). Lantas, derajatnya (di surga) pun terus bertambah. Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (Imam Turmudzi, Sunan Turmudzi, Mesir: Mustafa al-Halabi, tt. juz V, hal. 178).
· “Al-Qur’an memberi syafaat dan dimintai syafaat, dan menjadi saksi yang diyakini (kebenarannya), barangsiapa yang menjadikannya sebagai imam, panutan, pedoman (dengan mengamalkan isi kandungannya) maka ia akan ditarik ke surga, dan barangsiapa yang menjadikannya di belakang punggungnya (meninggalkan isi kandungannya) maka ia akan ditarik ke neraka” (Ibnu Hibban, Shahih Ibnu Hibban, Beirut: Muassasat al-Risalah, 1988, hal. 332).
· “Al-Qur’an dapat memberi manfaat kepadamu dan mencelakaimu” (Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, hal. 203).
· "Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kamu dengan kitab ini dan menjatuhkan yang lain." (HR Muslim)
· “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, maka Allah masukkan ia ke surga, dan memberikan syafaat kepadanya 10 dari keluarganya yang semua divonis masuk neraka.” (HR Ibnu Majah)
· "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an siang atau malam 50 ayat niscaya tidak tergolong orang-orang yang melalaikan (Al-Qur'an) dan barangsiapa yang membaca Al-Qur'an 100 ayat niscaya tergolong orang yang taat dan barangsiapa yang membaca Al-Qur'an 200 ayat niscaya Al-Qur'an tidak akan menghujatnya pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Sinni, dari Anas bin Malik RA).
· "Orang yang pandai membaca Al-Quran maka dia akan bersama para malaikat yang mulia dan baik, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya terbata-bata, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim, Dari Aisyah Ra)
· "Yang lebih berhak memimpin kamu adalah yang paling bagus bacaan Al-Qurannya di antara kamu." (HR. Bukhari dari Ibnu Mas'id. A)
· "Dikatakan kepada pemilik (penghafal-penghafal) Al-Quran akan diperintahkan baca lah dan bangkit lah! Baca lah sebagaimana kamu membaca di dunia! Maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang kamu baca." (HR. Imam Ahmad)
· “Baca lah Al-Quran, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat kepada pemilknya. Baca lah az-Zarawain (dua surat cahaya) yakni surat Al-Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca kedua surat tersebut. Bacalah pula surat Al-Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya." (HR. Muslim)
· "Tidak diperbolehkan hasud (iri hati) kecuali pada dua hal: seseorang yang diberi Allah Al-Quran, dan menyibukkan diri siang dan malam dan seseorang yang diberi harta, kemudian, dari harta itu ia infakkan pada siang dan malam hari." (HR Bukhari dari Ibnu Umar Ra)
· "Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengatakan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf tersendiri." (HR. Tirmidzi)
· "Sesungguhnya seseorang yang di dalam jiwanya tidak ada sedikit pun dari Al-Quran, ibarat sebuah rumah yang rusak." (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas RA)
· “Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur’an, maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan Al-Qur’an pada anaknya sehingga menjadi Hafizh Qur’an, maka pada hari Kiamat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya: “Mulailah membaca Al-Qur’an!” Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur’an, maka ayahnya dinaikkan satu derajat, demikian terus ditinggikan derajatnya hingga tamat bacaannya”. (HR Imam Thabrani dari Anas RA)
· “Tidak pantas bagi penghafal Al-Qur'an bersama siapa saja yang ia temui dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (maksudnya: selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Al Hakim).
· "Bacalah Al-Qur'an karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati Al-Qur'an. Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai Al-Qur'an, maka berilah kabar gembira." (HR Ad-Darimi, Dari Abdullah bin mas'ud)
· “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga di antara manusia. ”Lalu Rasulullah ﷺ ditanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Beliau ﷺ menjawab: “yaitu Ahlul Qur’an (keluarga Al-Qur'an). Mereka adalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya yang istimewa bagi Allah” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, Dari Anas RA.)
· “Umatku yang paling mulia adalah para penghafal Al-Qur'an.” (Riwayat at-Tirmidzī).
· “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).
· Allah berfirman, “Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HQR. Al-Baihaqi).
· "Allah berfirman; 'Barang siapa yang disibukkan dengan al-Quran dan mengingat-Ku, maka akan Aku berikan keutamaan kepadanya lebih besar dari apa yang Ku berikan kepada lainnya dan keutamaan kalam Allah dibanding kalam lain ibarat keutamaan Allah dengan makhluknya." (HR. Tirmidzi, dari Sa'id al-Khudri Ra)
· Pahala membaca Al-Qur'an atas setiap hurufnya 10 kebaikan jika tanpa berwudhu, 25 kebaikan jika dengan berwudhu, 100 kebaikan jika sambil berdiri dalam sholat:
ü "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." (HR. At-Tirmidzi).
ü "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an di luar shalat dalam keadaan suci (berwudhu), maka ia akan mendapatkan 25 kebaikan dalam setiap hurufnya." (seperti yang dikutip dari Ali Bin Abi Thalib).
ü "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an di dalam shalat dengan berdiri, maka ia akan mendapatkan 100 kebaikan dalam setiap hurufnya." (seperti yang dikutip dari Ali Bin Abi Thalib).
2. Dibaca setiap malam sebelum tidur
Surat As Sajadah & Al Mulk dibaca dalam sholat Witir sebelum tidur setiap malam:
· Membaca Al-Qur'an pasti akan menimbulkan ketenangan: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. (QS Quran surat Ar-Ra'd ayat 28).
· “Wahai ahli Al-Quran, lakukanlah salat witir. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu witir, mencintai yang witir.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah; shahih)
· “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah salat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu salat witir, dan telah menjadikannya berada di antara salat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)
· “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan sholat, yaitu sholat Witir, maka sholat Witirlah kalian antara waktu sholat ‘Isya’ hingga sholat Subuh.” [HR. Ahmad]
· Dari Abu Ayyub al-Anshari Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Witir adalah haq (benar adanya), maka barangsiapa yang mau, maka berwitirlah lima raka’at, barangsiapa yang mau, berwitirlah tiga raka’at dan barangsiapa yang mau, berwitirlah satu raka’at.” (HR. Abu Dawud no. 1421; hadits shoheh)
· Abu Dzar berkata, 'Kekasihku (Rasulullah SAW) pernah berpesan kepadaku tentang tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan untuk selamanya, insya Allah, yaitu (1) shalat fajar, (2) shalat witir sebelum tidur, dan (3) puasa tiga hari pada setiap bulan.' (HR. Ahmad dan Ibn Khuzaimah)
· Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Tidaklah Nabi SAW tidur hingga beliau membaca alif laam mim tanzil (Sura As-Sajadah) dan tabaarakalladzi biyadihil mulk (Surat Al Mulk)." (HR. Tirmidzi meriwayatkan (2892) Dishahihkan oleh al Baani dalam “Shahih Tirmidzi”)
· Hadits ini diragukan kebenarannya. Dari Abdullah bin Umar –radhuyallahu anhuma- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Barang siapa yang membaca: “" تبَاركَ الَّذِي بِيَدِهِ المُلْكُ " وَ " ألم . تنَزِيْل " السَّجْدَة(surat al Mulk dan as Sajdah) antara shalat Maghrib dan akhir waktu shalat Isya’, maka ia seakan shalat malam pada malam lailatul qadar”.
3. Difahami dan diamalkan isinya
Keutamaan surat ini bisa diperoleh jika seseorang rajin membacanya setiap malamnya, menegakkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, melaksanakan perintah, menjauhi larangan, mengambil hikmah dan mengimani berbagai berita yang disampaikan di dalamnya.
· “Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada(pula) yang lebih dulu dalam berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar” (Q.S. Fathir: 32).
· Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sebaik-baiknya manusia di antara kamu adalah yang mempelajari al-Quran dan mengamalkannya." (HR Bukhari, dari Ustman)
· 'Siapa yang membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, & mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, 'Mengapa kami dipakaikan jubah ini?' Dijawab, 'Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an.' (HR. Al-Hakim)
· Nabi Muhammad SAW bersabda, “Permisalan orang mukmin yang membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun baunya tidak enak. Orang munafik yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan royhanah, baunya enak namun rasanya tidak enak. Dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an bagaikan hanzholah, rasa dan baunya tidak enak.” (HR. Bukhari no. 5059, dari Abu Musa Al Asy’ari)
4. Diajarkan dan disiarkan
Hadis ini telah diriwayatkan juga oleh Abdu ibnu Humaid di dalam kitab musnadnya dengan lafaz yang lebih panjang daripada ini. Untuk itu ia mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah berkata kepada seseorang, “Maukah aku hadiahkan kepadamu suatu hadis yang akan membuatmu gembira?” Lelaki itu menjawab, “Tentu saja mau.” Ibnu Abbas mengatakan, “Bacalah Surat Al-Mulk dan ajarkanlah kepada keluargamu serta semua anakmu dan semua ahli baitmu yang masih anak-anak dan juga semua tetanggamu. Karena sesungguhnya Surat Al-Mulk ini adalah surat yang menyelamatkan dan yang mendebat atau membela pembacanya kelak di hari kiamat di hadapan Tuhannya, dan memohon kepada-Nya agar menyelamatkannya dari azab neraka & juga menyelamatkan penghafalnya dari siksa kubur.” Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur′an dan mengajarkannya (kepada orang lain)” (HR. al-Bukhorī)
B. Keutamaan Surat Al Mulk:
1. Memperoleh syafaat dan pengampunan dosa
v Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam bersabda: "Sesungguhnya dalam Alquran itu ada surat dengan 30 ayat yang menjadi syafaat (penolong) bagi seseorang sampai dia mendapatkan ampunan. Itulah Surat Tabarak (Al-Mulk)." ((HR. Tirmidzi no. 2891, Abu Daud no. 1400, Ibnu Majah no. 3786, & Ahmad 2/299).
2. Surah Al-Mulk Akan Menolong dari Siksa Kubur & di Alam Mahsyar
· Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud RA, dia berkata: "Siapa yang membaca Tabarokalladzi bi yadihil mulk (Surat Al-Mulk) setiap malam, maka Allah SWT akan menghalanginya dan menyelamatkannya dari siksa kubur. Kami (para sahabat Nabi SAW) di masa Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam menamakan surat tersebut 'Al Maani'ah' (penyelamat dari siksa kubur). Ini adalah surat dalam Alquran yang siapapun yang membacanya pada setiap malam, maka ia telah berbuat kebaikan dan memperbanyaknya." (HR An-Nasa'i)
· Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda “Bahwasanya aku tidak menjumpai di dalam kitab Allah suatu surat yang terdiri 30 ayat. Barangsiapa membacanya ketika akan tidur, maka dengan pembacaan itu Allah menetapkan 30 kebaikan baginya, dihapuskan 30 kejelekannya, ditingkatkan baginya 30 derajat, dan Allah mengutus seorang malaikat dari para malaikat untuk mengembangkan sayapnya untuknya dan menjaganya dari segala kejahatan hingga ia bangun. Surah ini dapat menolak siksa kubur dan mahsyar, yaitu Tabarakal-lazi bi yahdihil-mulk.” (HR. Ad Dailami)
3. Menjauhkan Pembacanya dikeluarkan dari Neraka dan dimasukkan ke Surga
· Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Bahwasannya satu surat dari kitab Allah yang isinya 30 ayat, dapat memberikan syafaat pada seseorang pada hari kiamat, mengeluarkannya dari neraka dan memasukannya ke surga yaitu surat "Tabarak" (Al Mulk). (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan Beliau menghasankannya. Juga dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’)
· Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Sholallahu 'Alaihi was Salam pernah bersabda: “Ada sebuah surat dalam Al-Qur'an yang hanya terdiri dari 30 ayat, dapat membela pembacanya hingga memasukkannya ke surga, yaitu surat Tabarak.” (HR. Ath-Thabrani: I/176).
Kesimpulannya: Surat Al Mulk akan mensyafaati, menemani, membela dan menghibur yang menghafal & mengamalkannya dari mulai Alam Barzah, Alam Baats, Yaumil Hisab, Yaumil Mizan, Melewati Ash Shirothol Mustaqiim yang di bawahnya adalah Neraka, Mandi di Telaga Al Kautsar, Minum Air Salsalbil sampai selamat masuk Sorga.
C. KISAH-KISAH TERKAIT PENGAMAL SURAH AL MULK
· Kisah 1
Dari Ibnu Mas'ud RA, dia berkata, "Saat seorang lelaki ada di dalam kuburnya, kedua kakinya berkata, 'Kalian tidak bisa mendapatinya karena ia biasa membaca Surat Al Mulk.' Lalu dada atau perutnya berkata, 'Kalian tidak bisa menjangkaunya karena dia biasa membaca Surat Al Mulk.' Kemudian kepalanya berkata, 'Kalian tidak bisa menjangkaunya karena ia biasa membaca Surat Al Mulk.'" Dia (perawi) berkata, "Surat Al Mulk adalah pelindung, melindunginya dari siksa kubur. Dan pelindung ini juga ada dalam Taurat, yaitu Surat Al Mulk. Maka siapa yang membacanya di malam hari, dia telah melakukan banyak hal dan panjang." (HR Thabrani)
· Kisah 2
Kehidupan setelah mati adalah misteri yang hanya diketahui oleh Allah Swt. Ada banyak hal tak terduga yang dapat terjadi, bahkan di luar pengetahuan dan nalar manusia sekalipun. Salah satunya adalah peristiwa jenazah yang membaca al-Qur’an dalam kuburnya.
v Di masa Rasulullah Saw, ada jenazah dari golongan waliyullah yang membaca al-Qur’an di dalam kuburnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Hakim, Imam Baihaqi dan Imam Tirmidzi. Ibnu Abbas RA bercerita bahwa suatu ketika sebagian sahabat Nabi Saw pernah mendirikan sebuah kemah di atas kuburan. Mereka tidak menyadari bahwa tanah itu adalah kuburan (karena kuburan tersebut rata dan tidak ditinggikan). Setelah kemah selesai dibangun, mereka pun mulai menempati kemah tersebut. Namun sayup-sayup terdengar suara orang membaca surah tabaaroka biyadihil mulk (al-mulk). Mereka pun mencari-cari dari mana suara tersebut berasal, namun tak ada seorang pun yang sedang membaca al-Qur’an. Setelah mencari lebih teliti lagi, sungguh terkejutlah mereka karena ternyata suara bacaan Qur’an tersebut berasal dari makam di bawah tenda yang mereka dirikan. Suara tersebut masih saja terdengar hingga bacaan surah al-mulk selesai. Setelah kembali dari perjalanan, mereka mendatangi Rasulullah Saw dan menceritakan kejadian tersebut. Rasulullah Saw pun bersabda: “Ia (surat al-Mulk) adalah penghalang, ia adalah penyelamat yang dapat menyelamatkannya dari adzab kubur”. Abu Isa (At Tirmidzi) berkata; Dari jalur ini, hadits ini hasan gharib. Dan dalam bab ini, ada hadits dari Abu Hurairah. (HR. Tirmidzi no. 2890)
v Abul Hasan dalam kitab ar-Raudhah meriwayatkan dari jalur Ibrahim al-Haffar, ia berkata “Aku menggali kuburan, ternyata ada batu bata yang nampak. Ketika kubuka batu bata itu, aku mencium bau misik. Ternyata di dalamnya ada seorang Syaikh yang duduk sambil membaca al-Qur’an di dalam kuburnya”.
v Dari Ibrahim bin as-Shimmah al-Muhallabi, orang-orang yang lewat benteng pada waktu sahur berkata “Apabila kami lewat di sisi kuburan Tsabit al-Bunnani, kami mendengar bacaan al-Qur’an”.
v Dalam hadis riwayat Abu Nuaim, dikisahkan bahwa ayah Yasar bin Hubaisy merupakan salah seorang yang memasukkan Tsabit al-Bunnani ke dalam lahatnya. Ia bersama Humaid dan beberapa orang lainnya. Tatkala mereka sedang menutup lahat dengan bata, ada satu bata yang terjatuh. Maka Abu Yasar hendak mengambil bata yang terjatuh itu, betapa terkejutnya ia ketika melihat jenazah Tsabit sedang shalat. Maka ia pun bertanya kepada yang lainnya “Tidakkah kalian melihatnya?”. Salah seorang dari mereka berkata “Diamlah”. Mereka pun segera menyelesaikan proses pemakamannya tanpa berkata apa-apa. Setelah selesai, mereka bergegas menemui anak perempuannya Tsabit dan bertanya “Amalan apa yang dilakukan Tsabit?” “Memangnya kenapa? Apa yang kalian lihat?” Anaknya Tsabit justru bertanya balik. Maka mereka pun menceritakan apa yang mereka lihat. Anaknya kemudian berkata “Ayahku selalu bangun malam dan melaksanakan shalat malam selama 50 tahun. Apabila malam (kira-kira saat waktu sahur) ia berdoa “Ya Allah, apabila engkau memperkenankan seseorang untuk shalat di dalam kuburnya, maka perkenankanlah aku”. Ternyata Allah mengabulkan doanya.
v Al-Hafidz Abu Bakr al-Khatib juga meriwayatkan dari Isa bin Muhammad ath-Thumari, ia berkata “Aku memimpikan Abu Bakr bin Mujahid al-Muqri sedang membaca al-Qur’an. Aku pun bertanya “Engkau sudah mati tetapi masih tetap membaca al-Qur’an?”. Ia menjawab “Aku selalu berdoa kepada Allah di akhir shalat dan setelah khatam al-Qur’an agar ia menjadikanku orang yang membaca al-Qur’an di dalam kubur”. Demikianlah kecintaan orang-orang shaleh dalam beribadah. Mereka tidak mengharapkan harta menemani mereka dalam kubur. Justru meminta agar dapat terus menerus beribadah dalam kubur, meskipun mereka telah terputus dari kehidupan dunia.
· Kisah 3
Al-Hafiz ibnu Asakir dalam kitab tarikhnya, Bab “Biografi Ahmad ibnu Nasr ibnu Ziad alias Abdullah Al-Qurasyi An-Naisaburi Al-Muqri Az-Zahid Al-Faqih” — salah seorang yang berpredikat tsiqah yang riwayatnya diambil oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim menceritakan dari Imam Turmuzi — Sahabat Anas ibnu Malik radhiyallaahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya ada seorang lelaki dari kalangan umat sebelum kalian meninggal dunia, sedangkan tiada sesuatu pun dari Kitabullah yang dihafalnya selain dari Tabaraka. Ketika lelaki itu diletakkan di dalam kuburnya, malaikat penanya datang. Maka surat Tabaraka menghalang-halanginya sehingga malaikat itu berkata, “Sesungguhnya engkau adalah salah satu dari Kitabullah, dan aku tidak suka membuatmu tidak senang, tetapi aku tidak mempunyai kuasa bagimu, bagi dia dan juga bagi diriku terhadap suatu kemudaratan dan juga suatu kemanfaatan. Jika engkau hendak membela orang ini, maka menghadaplah kepada Allah SWT dan mintalah syafaat dari-Nya buat dia.” Maka surat itu berangkat menuju ke hadirat Allah SWT, lalu berkata memohon, “Ya Tuhanku, sesungguhnya si Fulan dengan sengaja memilihku di antara Kitab-Mu, lalu ia mempelajariku dan membacaku serta menghafalku. Maka apakah Engkau akan membakarnya dengan api, sedangkan aku berada di dalam rongganya? Jika Engkau hendak mengazabnya, maka hapuskanlah terlebih dahulu aku dari Kitab-Mu.” Allah berfirman, “Aku lihat engkau marah.” Surat itu menjawab, “Sudah seharusnya aku marah.” Maka Allah berfirman, “Sekarang pergilah kamu, sesungguhnya Aku telah menyerahkannya kepadamu dan Aku memberi izin kepadamu untuk memberi syafaat buatnya.” Maka Surat itu kembali dan mengusir malaikat penanya, lalu lelaki itu bangkit dalam keadaan senang hati tanpa mengalami suatu siksaan pun dari malaikat tersebut. Lalu surat itu meletakkan mulutnya ke mulut lelaki itu dan berkata, “Selamat datang dengan mulut ini, barangkali mulut ini sering digunakan untuk membacaku; dan selamat datang dengan dada ini, barangkali dada ini dipakai untuk memuatku; dan selamat datang dengan kedua kaki ini, barangkali ia dipakai untuk berdiri membacaku. Surat itu menghiburnya di dalam kuburnya karena merasa khawatir bila ia kesepian dan merasa takut.” Anas ibnu Malik melanjutkan, bahwa “Setelah Rasulullah SAW menceritakan kisah ini, maka tiada seorang pun —baik anak kecil, atau orang dewasa atau budak atau orang yang merdeka— melainkan mempelajarinya dan menghafalkannya.” Dan Rasulullah SAW menamainya dengan sebutan Al-Munjiyah (surat yang menyelamatkan). Begitu luar biasa keutamaan yang didapat dari menghafal surat Al Mulk dan artinya ini. Semoga kita semua bisa meneladani pria yang berhasil terlepas dari siksa kubur karena menghafal surat Al Mulk.
· Kisah 4 dari Gus Baha
“Tentu masyhur sekali nggih, diantara yang dipahami semua ulama bahwa Al Quran bisa mensyafaati, memberi syafaat (pertolongan). Perbedaan syafaat Al Quran dan syafaat Nabi adalah syafaat Al Quran menghalau atau menghadang seseorang agar tak sampai kena adzab. Sedang syafaat selain Al Quran, mengambil adzab yang sudah mengenai seseorang.
Nah malam ini saya ingin matur pada panjenengan semua, karena ini lama sekali saya kaji…bahwa semua malaikat itu, terkena konstitusi aturan fiqh. Jadi kalau kita sebagai manusia wajib menghormati orang yang hafal Al Quran, nggak boleh nyaduki orang hafal Al Quran, nggak boleh meludahi orang hafal Al Quran…maka malaikat juga kena aturan yang sama. Karena malaikat juga termasuk makhluq yang mukallaf, yang terkena tatanan Allah taala. Rasulullah SAW dhawuh, “Surah Tabarak (Al Mulk) itu disebut Al Munjiyah: surah yang bisa menyelamatkan orang yang menghafalnya dari siksa kubur. Alkisah ada orang yang sangat fasik mungkin ya layak untuk disiksa. Pas akan disiksa malaikat, surah ini menjelma menjadi seseorang dan berkata, “Kalau kamu menyiksa orang ini, berarti menyiksa saya.”
Malaikat berkata, “Anti min kalamillah. Kamu adalah kalam Allah. Tentu saya nggak berani menyiksamu. Tapi ini orang fasik, saya harus menyiksanya…”
Surah Tabarak balik ngendikan, “Sefasik-fasiknya dia, ada saya dalam hatinya.”
Malaikat dan surat Tabarak (Al Mulk) berdebat. Tak ada kesepakatan, akhirnya keduanya mengadu pada Allah. Singkat cerita, Allah mengijinkan surah Tabarak (Al Mulk) memberi syafaat pada orang yang menghafalnya.
· Kisah 5 dari Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber mengisahkan tentang seorang wanita yang selama hidupnya tidak pernah meninggalkan mengamalkan surah Al Mulk. Menurut Syekh Ali Jaber, surah Al Mulk memiliki keutamaan yang luar biasa. Syekh Ali Jaber bercerita dalam sebuah ceramahnya yang dilansir dari kanal YouTube Berlian Adi Pratama yang diunggah pada 9 April 2018, tentang seorang wanita yang tidak pernah meninggalkan surah Al Mulk. Suatu ketika saat wanita pengamal Al Mulk tersebut meninggal dunia dan saat proses pemakamannya terjadi suatu hal yang sangat mengejutkan. Saat menuju ke pemakaman, tercium aroma wangi yang sangat tajam. Hal itu membuat semua orang yang mengantar jenazah ke makam saling menatap. Karena berfikir mungkin saja ada yang membawa atau memakai wangi-wangian itu. Semakin mendekat dengan tempat makam wanita itu, aroma wanginya semakin terasa. Ternyata aroma wangi itu berasal dari makam wanita tersebut, bahkan asap wangi-wangian itu juga bisa terlihat. Asap tersebut bukanlah karena adanya kebakaran, tapi sebab aroma wangi-wangian itu.
Anaknya juga yang membantu menutup makam itu, dan memang benar adanya aroma wangi tersebut berasal dari makam. Bahkan aroma tersebut juga melekat pada tangan yang anaknya itu. Selain itu, aroma wangi tersebut tetap melekat di tangan hingga 3 hari, padahal sudah berulang kali mencuci tangan. Dapat diketahui bahwa aroma wangi pada makam wanita tersebut merupakan pemberian dari Allah, karena wanita tersebut tidak pernah meninggalkan surah Al Mulk sebelum tidur di malam hari. Pada hakikatnya surah Al Mulk memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu bisa menyelamatkan seseorang dari siksa kubur.
Dengan begitu jika ingin terhindar dari siksa kubur, maka jangan sampai meninggalkan surah Al Mulk sebelum tidur di malam hari.
· Kisah 6 dari Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber sebelum wafat pernah menyampaikan wasiat pentingnya Surah ini. Dia mengungkapkan, dirinya pernah didatangi pemuda yang bercerita saat ibunya baru saja meninggal dunia. Saat proses pemakaman, jenazah ibunya menebarkan semerbak aroma wangi nan sedap ke para pelayat dan penggali kubur yang mengiringi. Saat akan dimasukan ke liang lahat tiba-tiba muncul asap tipis dari dalam tanah. Rupanya asap yang menjadi sumber wangi dan tidak hilang setelah tiga hari lamanya. Syekh Ali Jaber pun bertanya kepada pemuda itu, tentang amalan ibunya. Oleh si pemuda menjawab bahwa ibunya hanya orang biasa, namun semasa hidup, amalan ibunya tidak pernah lupa membaca Surat Al Mulk sebelum beranjak tidur ke pembaringan di malam hari.
· Kisah 7 dari Ustadz Yusuf Mansur
Ustadz Yusuf Mansur berkisah, waktu ia suarakan Indonesia Menghafal, ada seorang ibu yang sengaja datang untuk berbagi cerita tentang Al Mulk. "Waktu itu atas izin Allah merilis CD Al Mulk untuk Indonesia Menghafal Al Mulk. Ibu ini cerita, suaminya bilang ingin menghafal Al Mulk," ujarnya. "Ibu ini nanya, kenapa Al Mulk? Jawab suaminya, siap-siap kalau dipanggil Allah, di tubuhnya ada Al Mulk. Siapa tahu benar-benar bebas siksa kubur, "Yusuf melanjutkan. Dalam satu-dua minggu, suaminya berhasil menghafal surah tersebut. Tak lama kemudian, suaminya jatuh sakit. Selama sakit, Al Mulk menemaninya. "Dan Maasyaa Allah, ibu ini bersaksi, saat ajal menjemput, suaminya dicabut nyawa sambil baca Al Mulk. Subhanallah," kata dia. "Kematian yang bagaimana yang kita inginkan? Apakah kematian di keesokan hari, di mana malamnya kita tutup dengan bacaan Al Mulk? Tidur berbalut wudhu?" sambungnya. Ustadz Yusuf Mansur menuturkan, semua orang durhaka, zalim, jahat, koruptor, pezina, pemabok, pengkhianat keluarga dan bangsa berhak atas pertaubatan dan Sorga. Pada mereka, ada ladang amal kita untuk memperbaiki dan mendoakan. Mereka bisa jadi cermin hidup untuk kita belajar agar jangan jadi seperti mereka. "Siapa tahu dengan menutup mata saat hidup, yakni saat terpejamnya mata kala tidur dengan Al Mulk, ayat-ayat ini bekerja untuk mereka," ujar ustadz Yusuf Mansur. "Maka bila Al Mulk bisa bekerja hebat pada yang zalim lagi durhaka, mengapakah lagi ia tidak bekerja hebat pada kita yang mengaku sepi dosa?" tambahnya. Seluruh isi Al Mulk adalah keajaiban petunjuk-Nya untuk kehidupan dunia akhirat. Membaca Al Mulk menjelang tidur, seperti memasang mesin hidup bagi tubuh. Biarlah ia bekerja di saat kita tertidur, membangunkan kemuliaan manusia. "Al Mulk merupakan satu nama surah yang terkait dengan diri-Nya, hingga tak ada satu pun padanan kata lain yang sepadan. Karena ini menyangkut Diri-Nya!" pungkas Yusuf Mansur.
· Kisah 8 dari Syekh Maulana Subhanallah (SMS)
Suatu hari saat akan dimakamkan saudaranya SMS yang hari itu wafat di pemakaman keluarga, namun dijumpai pemakaman sudah penuh. Akhirnya dengan terpaksa digalilah di antara 2 makam, saat penggalian sampai pada kedalaman sekitar 2 meter, tergalilah mayat yang masih utuh bahkan kain kafannya pun terlihat masih baru padahal mayat tersebut sudah wafat sekitar 3 sd 4 tahun yang lalu, hal ini dilihat langsung oleh SMS. SMS mengetahui mayat tersebut adalah kakak dari SMS yang diketahui rajin membaca surat Al Mulk semasa hidupnya. SMS mengatakan: “Mengapa mayat tersebut masih utuh, bahkan kain kafannya pun masih utuh dan terlihat baru? Logikanya, jangankan binatang tanah; cacing, kalajengking, ular atau binatang renik lainnya bahkan Malaikat Allah, Munkar dan Nakir, pun tidak bisa menyentuh sang Mayat karena terhalangi oleh Kalamullah yaitu Surat Al Mulk. Jadi, wajar kalau mayatnya masih utuh”.
Sejuta Makna Batu Nisan
Batu Nisan menjadi pengingat kematian (dzikrul maut) bagi diri kita yang diciptakan Allah dengan sifat lemah; lemah kesadaran, lemah semangat ibadah serta lemah dari godaan HEK (Hawa-nafsu, Ego & Keduniawian) & JIS (Jin, Iblis & Syetan). Pentingnya dzikrul maut:
- Dzikrul Maut harus mengantarkan kita selalu mampu mencapai ahsana amala. “Maha berkah Allah, yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun”. (QS. 67/1-2).
- Kematian kita adalah sesuatu yang pasti dan telah ditentukan saat dan tempatnya. "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah." (QS 28/88). "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS 3/185). “Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS 3/145). Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya). (QS 15/5). Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan." (QS 62/11). Katakanlah, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. (QS 3/154).
- Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi SAW lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan / kepenatan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR Thabrani)
- Rasulullah SAW bersabda, “ingatlah kalian akan kematian, sungguh demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya. Kalau seandainya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui tentang kematian itu niscaya kalian akan sedikit tertawa dan akan lebih banyak menangis." (HR Al Baihaqi)
- Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah kematian itu menjadi peringatan bagi seorang hamba." (HR Al Haitsami)
- Kematian adalah kebebasan dan kebahagiaan sejati seorang Mu’min karena dirinya ibarat keluar dari penjara lalu masuk ke dalam Sorga. Kematian adalah penderitaan sejati seorang Kafir karena dirinya ibarat keluar dari Sorga lalu masuk ke dalam Neraka. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392). "Penghargaan orang mu'min itu adalah kematian." (HR Al Hakim)
- Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, apakah kelak pada hari kiamat kami akan dikumpulkan dengan para syuhada?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, yaitu orang-orang yang mengingat kematian dalam sehari-semalam sebanyak dua puluh kali." (HR As Syaukani)
- Cukuplah kematian sebagai nasehat seluruhnya. Tidak ada yang paling pasti terjadi dan di dapat di masa depan kecuali kematian. Harta, tahta, mahkota, cinta, keluarga, cita-cita, citra, kata-kata, warta, berita, wisata, data, quota & alam semesta pun tidak pasti didapat. Saat kematian itu datang, dia memutus semua kenikmatan dunia, secara tiba-tiba semuanya berpisah dan berpindah menjadi milik orang lain. Kita memasuki alam lain yang seluruhnya berbeda dan tidak ada sedikit pun dari Alam Dunia yang kita bawa kecuali amal sholeh.
- Setelah mati semua atribut pembeda tentang keduniawian menjadi sama yaitu Almarhum; tidak ada lagi kelas sosial, kelas ekonomi, kelas politik, kelas pendidikan, kelas kemampuan, kelas pengalaman, kelas kehormatan, kelas pergaulan, atau kelas apapun.
- Ingat mati membuat orang (1) segera menyempurnakan taubat, (2) bersemangat dan kuat dalam beribadah & (3) menjadi orang yang zuhud (mengutamakan akherat dari dunia). Lupa mati membuat orang (1) menunda taubat, (2) malas beribadah & (3) mengutamakan dunia dari akherat.
- Siapa yang menjadikan kematian itu selalu ada di depan pelupuk matanya, maka dia tidak akan peduli betapa luas atau sempit hidupnya. Mengapa? Karena fokus dan orientasinya hanya Allah dan hisab dari Allah yang akan dihadapi atas semua ni’mat rahmat Nya, hingga Emas dan lumpur, baginya sama saja, karena keduanya fana dan seimbang dari sisi hisabnya; lumpur kurang bermakna namun hisabnya pun ringan sedang Emas memang lebih bermakna namun lebih berat hisabnya di hadapan Allah.
- Kita diperintahkan untuk ber-fastabiqul khoirot termasuk dalam hal dzikrul maut ini. Batu nisan ini menjadi sarana yang memudahkan kita menjadi sang juara dalam katagori siapa yang paling banyak dan paling baik dzikrul maut (“saya sudah mati, saya sedang mati & saya segera mati”), lalu nantinya menjadi sang juara dalam katagori siapa yang paling baik mempersiapkan hidup setelah mati sehingga menjadi orang yang cerdas & mulia;
ü Saya sudah mati
Perhatikan (QS 9/111): seorang Muslim sejati telah menyerahkan jiwa, raga dan harta kepada Allah, karenanya dia tidak punya hak apapun lagi atas jiwa, raga dan harta nya tersebut. Maka seorang Muslim yang sejati adalah seorang yang sudah mati (sudah menyerahkan jiwanya), dirinya menjadi sang Syahid (penyaksi bahwa dirinya telah gugur di jalan Allah).
ü Saya sedang mati
Tegaknya kalimah Laa Ilaaha Illallah. Laa Ilaaha: “mati dalam kehidupan” & Illallah: “hidup dalam kematian”, maksudnya adalah mati dalam kehidupan [yang semu] dan hidup [yang sejati] dalam kematian [yang semu]. Hidup dalam kematian adalah hidup yang sejati. Dari Ibnu 'Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: "Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur," (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).
ü Saya segera mati
Yang paling pasti terjadi dan di dapat di depan kita adalah kematian. Kita sama sekali tidak ada kuasa atas detak jantung kita dan atas nafas kita. Kapan saatnya kita melepas hembusan nafas yang terakhir & kapan jantung kita berdetak untuk yang terakhir kalinya? Bisa jadi 5 meter atau 5 menit di depan kita adalah tempat atau saat kematian kita.
Batu Nisan menjadi pemicu yang mencerdaskan kebijaksanaan dan memuliakan hidup kita. Mengapa? Karena kita akan punya pertimbangan khusus: kalau tidak ada manfaatnya untuk kehidupan setelah mati maka sebisa mungkin siapapun atau apapun itu harus ditinggalkan dan dijauhi namun kalau besar manfaatnya untuk kehidupan setelah mati maka itulah yang didekati, dikejar dan diperjuangkan. Semua waktu dan sumber dayanya diarahkan pada membangun kemuliaan akherat yaitu dengan upaya yang maksimal untuk peningkatan taqwa yaitu ilmu, iman dan amal sholeh. Tanpa dzikrul maut orang menjadi bodoh. Orang bodoh berfokus pada dunia lalu membangun habis-habisan demi sesuatu yang akan segera ditinggalkannya, orang bodoh akan memuliakan dunia yang hina, dan orang bodoh akan melakukan perjalanan keabadian ke akherat tanpa bekal yang cukup. Siapapun yang orientasinya kemuliaan akherat, maka kemuliaan dunia akan mengikutinya namun tidak sebaliknya. Beberapa dalilnya:
o Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma bercerita: Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam lalu bertanya: Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling terbaik? Beliau menjawab: Yang paling baik akhlaknya, orang ini bertanya lagi: Lalu orang beriman manakah yang paling berakal (cerdas)?, Beliau menjawab: Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal." (HR. Ibnu Majah).
o ”Aku menemui Nabi SAW dengan sepuluh orang, lalu salah seorang di antara kami bertanya, ‘Siapa orang paling cerdas dan mulia wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang yang paling cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat’.” (HR Ibnu Majah).
o Dalam hadits lain Beliau juga bersabda dari Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu, “orang yang cerdas ialah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal (memperbanyak bekal) untuk hari setelah kematian. Sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang jiwanya selalu mengikuti hawa nafsunya dan hanya berangan-angan kepada Allah.” (HR At Tirmidzi).
Batu Nisan akan menjadikan kita bersikap proporsional terhadap dunia & akherat. Susah dan senang adalah dinamika hidup di dunia. Kesusahan dan kesenangan duniawi tidak lagi berpengaruh pada pencapaian prestasi taqwanya karena begitu dahsyatnya Sorga & Neraka di Akherat.
o “Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalaminya” (HR. Muslim no. 2807).
o Nabi Muhammad ﷺ juga telah bersabda: “Andai Allah tidak menetapkan kehidupan abadi dan kekekalan bagi penduduk Sorga, niscaya mereka meninggal karena terlalu senang, dan seandainya Allah tidak menetapkan kehidupan abadi dan kekekalan bagi penduduk Neraka niscaya mereka mati karena terlalu sedih.” ([HR. At-Tirmidzi No. 3156 dan beliau mengatakan hadis ini hasan sahih])
Jika sudah demikian lalu apa artinya kenikmatan dan kesengsaraan di dunia? Tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan Sorga dan Neraka.
Kesimpulannya; melihat dan memaknai Batu Nisan ini dengan tepat akan memudahkan & menguatkan kita untuk bertaqwa kepada Allah. Sedangkan taqwa adalah satu-satunya ukuran kemuliaan bagi manusia seluruhnya.
TWA, Purwakarta, 12 Juni 2024
© 2025. All rights reserved.
